Selasa, 29 Juli 2014

Makna Idul Fitri

MEMAKNAI KEMBALI IDUL FITRI
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلإِعْتِصَامِ بِحَبْلِهِ الْمُبِيْنِ، وَنَهَىنَا عَنِ التَّفَرُّقِ وَالتَّبَاغُضِ وَالتَّحَاسُدِ وَالتَّذَابُرِ بَيْنَ الْمُؤْمِنِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اْلمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ ءَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، اَمَّا بَعْدُ. فَياَعِبَادَ اللهِ أَُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي َ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ.
Hadirin sidang Jum'at yang berbahagia
Pada kesempatan yang mulia ini, perkenankanlah saya mengajak kepada din' saya sendiri dan kepada hadirin sidang jum'at untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Kita yakin bila kita benar-benar bertaqwa kita akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat amin...
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan khutbah dengan judul "MEMAKNAI KEMBALI IDUL FITRI"
Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah SWT
Akhir-akhir ini kita merasakan nuansa Idul Fitri semakin kehilangan dimensi spirituallitasnya. Perayaan Idul Fitri seolah hanya rutinitas kosong setelah umat Islam selesai menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya di bulan suci Romadlon.
Pertanyaan nya mengapa hal itu dapat terjadi ?
Jangan-jangan di antara umat Islam tidak lagi memahami makna Idul Fitri. Idu1 Fitri secara harfiah berarti kembali kepada fitrah yang merupakan sifat dari kodrat manusia yang senantiasa mempunyai kecenderungan kepada kebenaran dan ketauhidan. Apabila Fitrah ini terpelihara niscaya manusia akan terhindar dari tindakan-tindakan yang menyimpang dan merugikan.
Sebulan lamanya setiap tahun di bulan Ramadhan umat Islam dididik Allah SWT untuk berpuasa, belajar menahan diri dari godaan nafsu sebagaimana umat-umat terdahulu, sehingga akan menjadi manusia bertaqwa, manusia yang senantiasa terpelihara kesucian fitrahnya.
يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَآمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ (البقرة:183)
Artinya: Hai orang-orang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana orang-orang, sebelum kamu supaya kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqoroh 183).
Jamaah jum’ah yang mulia
Berkaitan dengan hal tersebut masyarakat muslim Indonesia dalam rangka mengekspresikan hari kemenangan itu dengan merayakan dan mentradisikan Idul Fitri dengan meriah. Suara takbir, tahmid dan tahlil sontak membahana di seluruh pelosok negeri. Pekik suara nan merdu bersaut-sautan seolah memecah keheningan clan kesunyian cakrawala di akhir bulan Suci Bulan Ramadhan. Hati siapapun terasa tentram dan damai manakala meresapi dan menghayati maknanya.
Jamah Jum'ah rohimakumullah.
Sungguh kita pantas bersyukur bahwa tradisi Idul Fitri sudah menjadi bagian dari budaya bangsa. Sehingga dari segi istilah pun telah mengalami penyesuaian dengan budaya Indonesia. Ada yang menyebut hari Lebaran, sebagian orang jawa menyebut bodho.
Apapun istilah dan ungkapan tentang Idul Fitri pastilah tidak akan lepas dan tidak boleh lepas dari kerangka hakekat makna Idul Fitri itu sendiri. Kita sama-sama merasakan suka cita dan gembira yang tiada tara manakala Idul Fitri tiba. Walaupun di saat yang sama kitapun sedih duka lara karena harus berpisah dengan Bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan ampunan. Kita tidak tahu pasti apakah kita akan berjumpa Bulan Suci Ramadhan di tahun yang akan datang.
Hadirin yang berbahagia.
Di saat lebaran itu dapat kita manfaatkan untuk ber-silaturahmi dengan sanak keluarga. Antara pejabat dan rakyatnya, antara yang kaya dan fakir miskin, kita saling berkunjung. Kita saling memaaf-maafkan. Kita sampaikan benih-benih cinta antar sesama, kita bagi-bagikan zakat fitrah kepada yang berhak menerimanya. Kita jinakkan iri hati, dengki dan benci. kita musnahkan virus-virus angkara murka, kita tumbangkan pohon-pohon keangkuhan jiwa. Di hari yang Fitri kita rengkuh kedamaian di antara sesama. Kita rajut hari depan penuh rasa cinta, saling berbagi, saling menyayangi menuju ridho ilahi yang maha suci.
Jamaah jum'ah yang berbahagia.
Sekalipun silaturahmi kita dapat lakukan kapanpun waktunya, namun momentum Idul Fitri tetap mempunyai daya tarik tersendiri untuk kita jadikan media berbagi rasa. Rasulullah pernah bersabda melalui dialognya dengan sahabat dekat beliau dari kaum Ansor :
يَا أَبَا أَيُّوْبَ، أَلآَ أًدُلُّكَ عَلَى عَمَلٍ يَرْضَاهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ؟ صِلْ بَيْنَ النَّاسِ إِذَا تَبَاغَضُوْا وَقَرِّبْ بيَْنَهُمْ إِذَا تَبَاعَدُوْا (الحديث)
Artinya: “Hai Abu Ayub maukah aku tunjukkan engkau kepadamu suatu perbuatan yang akan diridhoi Allah dan Rasulnya ? yaitu jalinlah silaturrahmi kepada manusia bila mereka saling membenci dan dekatlah diantara mereka bila mereka saling menjauhi”.
Hadirin yang berbahagia.
Disisi lain tidak kita pungkiri tradisi Idul Fitri pelan-pelan telah banyak mengalami pergeseran makna. Jiwa religiusitas atau jiwa keagamaan yang semestinya menjadi roh perayaan hari lebaran telah berubah menjadi pesta hura-hura dan berfoya-foya. Acara-acara yang beraroma maksiat, mabuk-mabukan, pesta musik dangdut sampai pagi dan lain sebagainya telah menjerumuskan jiwa yang Fitri nan suci di dalam kubangan dosa. Na’udhubillahimindhalik. “Rasulullah mengingatkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Wahab bin Munabbid sebagai berikut:
عَنْ وَهْبِ بْنِ مُنَبِّهِ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ إِبْلِيْسَ عَلَيْهِ اللَّعْنَةَ يُصْبِحُ فِي كُلِّ يَوْمِ عِيْدٍ فَيَجْتَمِعُ أَهْلُهُ عِنْدَهُ، فَيَقُوْلُوْنَ: يَا سَيِّدَنَا مَنْ أَغْضَبَكَ إِنَّا نَُكَسِّرُهُ: فَيَقُوْلُ لاَ شَيْئَ. وَلَكِنَّ اللهَ قَدْ غَفَرَ لِهَذِهِ اْلأُمَّةِ فِيْ هَذَالْيَوْمِ، فَعَلَيْكُمْ أَنْ تُشْغِلُوْهُمْ بِاللَّذَاتِ وَالشَّهَوَاتِ وَشَرْبِ الْخَمْرِ حَتَّى يُبْغِضُهُمُ اللهُ (الحديث)
Artinya : Rasulallah bersabda : sesunggulmya Iblis laknatullah tiap –tiap hari raya menjerit kemudian teman-temannya berkumpul dan sama bertanya wahai pemimpin kita, siapakah yang menjadikan engkau begitu murka kami pasti akan menghancurkannya. Iblis menjawab : tidak siapa-siapa akan tetapi Allah telah mengampuni umat Muhammad di Hari Raya ini. Maka wajib bagi kamu menyibukkan mereka untuk menikmati kesenangan-kesenangan dan menuruti syahwat nafsu, minum-minuman keras sehingga Allah akan murka kepada mereka (Al-Hadits).
Hadirin yang dirahmati Allah
Agar makna Idul Fitri tidak lepas dari dimensi spiritualitasnya atau dimensi keagamaannya kita mestinya merayakan Idul Fitri dengan cara-cara yang Islami. Minimal dapat kita kurangi acara-acara hura-hura yang banyak menghambur-hamburkan harta. Disaat-saat kita bersuka cita berlebaran bersama keluarga dan orang-orang tercinta kitapun tetap ingat penderitaan sebagian saudara-saudara kita yang mengalami musibah bencana. Kita peduli kepada mereka, kita do' akan semoga mereka tabah dan sabar dalam mengarungi kehidupan yang penuh derita. Kita sisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk meringankan beban penderitaan mereka.
Di Hari yang Fitri ini kita rajut kembali hidup damai. Damai dengan ilahi, damai bersama umat manusia, dan damai bersama alam sekitar. Kita berikrar dan berjanji untuk tidak lagi mengusik dan merusak alam sekitar. Kita biarkan hutan tumbuh lebat disekitar kita, kita biarkan pohon nyiur melambai-lambai di tepi pantai, kita biarkan binatang buas hidup berkeliaran di belantara rimba raya, kita biarkan debur ombak di samudra yang sedang bercengkrama manja dengan biota lautnya. Janganlah kita hancurkan masa depan anak cucu kita dengan merusak alam.
Allah berfirman :
....وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي اْلأَرْضِ إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ (القصص: 77)
Artinya: Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q.S. Al-Qoshos: 77).
Demikianlah khotbah yang dapat kami sampaikan semoga dengan memahami makna hakikat Idul Fitri ini jiwa kita semakin suci dan Fitri dan pada akhirnya kita dapat bersemayam di dalam buaian ridho Illahi Robbi Allah SWT. Amiin.
جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ اْلآَمِنِيْنَ وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ وَقُلْ رَّبِّ ا
Sumber : Doni Abdul Ghani

Jumat, 31 Januari 2014

Selamat Tahun Baru Cina 2014 / Gong Xi Fa Chai 2565

Segenap Karyawan / Karyawati 
Signboard Advertising Bandung 

MENGUCAPKAN

Selamat Hari Raya Imlek 2014 
Gong Xi Fa Chai 2565 


Minggu, 01 Desember 2013

Asmaul Husna


99 Nama Allah SWT Asmaul Husna - Sembilan Puluh Sembilan Sebutan Tuhan Asma'ul Husnah
  
Di dalam kitab suci Al-Qur'an Allah SWT disebut juga dengan nama-nama sebutan yang berjumlah 99 nama yang masing-masing memiliki arti definisi / pengertian yang bersifat baik, agung dan bagus. Secara ringkas dan sederhana Asmaul Husna adalah sembilanpuluhsembilan nama baik Allah SWT.

 Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :

 "Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

 Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :
 1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
 2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
 3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
 4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
 5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
 6. Al-Mu'min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
 7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
 8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
 9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
 10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
 11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
 12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
 13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
 14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
 15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
 16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
 17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
 18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
 19. Al-'Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
 20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
 21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
 22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
 23. Ar-Rafi' (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
 24. Al-Mu'izz (Al Mu'izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
 25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
 26. As-Sami' (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
 27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
 28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
 29. Al-'Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
 30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
 31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
 32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
 33. Al-'Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
 34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
 35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
 36. Al-'Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
 37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
 38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
 39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
 40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
 41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
 42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
 43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
 44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
 45. Al-Wasi' (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
 46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
 47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
 48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
 49. Al-Ba'ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
 50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
 51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
 52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
 53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
 54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
 55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
 56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
 57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
 58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
 59. Al-Mu'id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
 60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
 61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
 62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
 63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
 64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
 65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
 66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
 67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
 68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
 69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
 70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
 71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
 72. Al-Mu'akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
 73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
 74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
 75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
 76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
 77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
 78. Al-Muta'ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
 79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
 80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
 81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
 82. Al-'Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
 83. Ar-Ra'uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
 84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
 85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
 86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
 87. Al-Jami' (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
 88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
 89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
 90. Al-Mani' (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
 91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
 92. Al-Nafi' (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
 93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
 94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
 95. Al-Badi' (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
 96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
 97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
 98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
 99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar


**Signboard Advertising Bandung**

Sabtu, 29 Juni 2013

Shaum Ramadhan Juli 2013



Bulan Suci Ramadhan sudah diambang pintu, dengan datangnya ramadhan umat Islam menyambut dengan penuh kebahagiaan bulan yang penuh ampunan ini . Kewajibkan berpuasa / shaum sebulan penuh akan membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah dilakukan . 

SIGNBOARD ADVERTISING BANDUNG , Mengucapkan : 
Selamat menjalankan ibadah Shaum 1434 H  ( Juli  2013 )

Semoga Allah SWT menerima ibadah shaum kita semua dan segala ibadah lain yang dijalankan di bulan Suci yang penuh berkah ini , amin . 



Kamis, 13 Juni 2013

PAJAK / IJIN REKLAME Advertising Bandung

Ingin memasang media promosi reklame/ mengurus izin reklame billboard di Kota Bandung atau enggan berurusan dengan birokrasi ? Kami memberikan solusi yang cepat dan tepat sasaran untuk menyelesaikan semua izin yang diperlukan hingga media promosi yang akan terpasang tidak akan ada masalah di kemudian hari , kenapa bisa begitu? "karena kami melaksanakan tahapan-tahapan nya sangat sesuai dengan prosedur yang sebenarnya". Solusi ini kabar gembira buat anda bukan? Segeralah hubungi kami , karena kami memberikan solusi win win solution dari kendala yang selama ini anda alami .

Jenis Pajak / Ijin Reklame Media Promosi yang kami layani , diantarnya :
-  Spanduk / Umbul-umbul / Banner
-  Baliho
-  Papan / Neon Box / Neon Sign 
-  Bando Jalan / JPO 
-  Megatron  / Videotron
-  Dll 


CitraGreen Dago Bandung

Boston Ivy Overview
Grup Ciputra dengan bangga mempersembahkan type Boston Ivy di Cluster GreenHill CitraGreen Dago terletak di jalan raya Dago di tengah kota Bandung. Lokasi hanya 10 menit dari mall Bandung dan 30 menit dari Husein Sastranegara International Airport. Sebuah hunian ideal sekaligus menawarkan kemudahan akses dan investasi yang strategis.
Jadilah bagian dari CITRAGREEN DAGO, hunian paling prestisius di Kota Bandung yang menghadirkan gaya hidup urban modern yang eksklusif, desain arsitektur mewah di tengah atmosfer yang sangat hijau, teknologi yang ramah lingkungan dan fasilitas yang mengakomodasi gaya hidup sehat penghuninya.
Type Boston Ivy yang berada di Cluster GreenHill adalah private cluster yang mewah dari CITRAGREEN DAGO. Dikembangkan dengan konsep one gate system dan rumah tanpa pagar dengan 4 type rumah yang ditawarkan yaitu : ARALIA, BOSTON IVY, CATALINA dan DORSET.

Rabu, 12 Juni 2013

Billboard Bisa Hasilkan Air Bersih ?


Sebuah papan iklan yang terpampang di pusat kota Lima, Peru, Amerika Selatan telah berhasil menyediakan air bersih. Hal ini mengatasi masalah kekurangan air bersih yang memang melanda kota tersebut.

Billboard in Peru

Sebuah universitas dan perusahaan periklanan telah membangun billboard atau papan iklan pertama di dunia yang mampu menangkap kelembaban udara dan mengubahnya menjadi air siap minum. Prestasi ini terjadi di Lima, yang merupakan kota gurun terbesar kedua di dunia.


University of Engineering and Technology Peru dan perusahaan periklanan, Mayo DraftFCBand mencipatakan teknologi ini guna membantu para warga yang kerap terpaksa mengambil air dari sumur yang tercemar.

“Mereka bisa meletakkan teknologi ini di tempat yang berbeda. Bila memungkinkan di setiap desa, setiap kota. Air merupakan sumber kehidupan,” ujar Fransisco Quilca, salah seorang penduduk daerah Bujama, Peru.

Menurut sebuah video yang dibuat pihak universitas, curah hujan di Peru sangatlah sedikit, hanya berkisar dua inci setiap tahunnya. Kelembaban udara di kota ini pun cukup tinggi, yaitu sekitar 98%.

Billboard ini menggunakan sistem pemurnian air reverse osmosis atau osmosis berbalik yang menggunakan semi permeable membran untuk mendapatkan kemurnian air sebesar 95-99% dari segala pencemar yang terkandung didalamnya.

Air hasil penyaringan akan disimpan dalam tangki dengan kapasitas 20 liter. Air tersebut kemudian disalurkan ke bagian bawah billboard. Menurut pihak universitas, selama tiga bulan billboard ini telah menghasilkan 9.450 liter air.

Billboard air ini dibuat pada Januari, bertepatan dengan perubahan cuaca yang terjadi di daerah tropis, Andes. Penelitian dalam jurnal The Cryosphere menunjukkan bahwa gletser Andes, yang menyediakan air bersih bagi warga Peru dan negara sekitarnya, mengalami penyusutan sumber air sebanyak 30-50% sejak tahun 1970.

“Selama tiga dekade terakhir, penurunan di gletser Andes ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar penulis utama penelitian, Antoine Rabatel.

Saat ini Lima tengah mengalami berbagai masalah, seperti pasokan air yang berkurang karena perubahan iklim, pertumbuhan populasi, hingga masalah kerawanan pangan. Billboard air dianggap sebagai solusi inovatif yang telah dikembangkan untuk membantu beberapa masalah tersebut.

Wakil kepala PBB, Jan Eliasson mengatakan bahwa peningkatan akses terhadap air akan mengurangi masalah kesehatan ibu, angka kematian anak dan kemiskinan secara keseluruhan. “Jika kita menggunakan air dan sanitasi yang tepat, kita bisa memiliki peningkatan besar untuk mencapai tujuan-tujuan lain,” ujarnya .
Sumber: http://advertising-cimahi.blogspot.com